About

Memori setiap momen, isi pikiran dan pembelajaran dari perjalanan yang dilalui selama menapaki kehidupan.
Pengikut
Popular Posts
Labels
- Isi Kepala
- JEJAK LANGKAH
- KULIAH
- REVIEW BUKU
- Tips & Trik
Sebuah review buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya ---- Siapa sangka bahwa menulis surat ternyata bisa menyelamatkan hidup seseorang?
Berawal dari kejadian yang
membuatnya terjebak dalam rumah kosong, 3 anak muda yang merupakan sekelompok pencuri berpetualang
melintasi waktu dan membalas surat-surat yang mereka terima di rumah kosong
tersebut. Ternyata, mereka memasuki toko kelontong tak berpenghuni yang dulunya
membuka jasa konsultasi melalui surat secara gratis. Meski awalnya hanya
sekadar untuk bersenang-senang, ternyata surat balasan yang mereka kirimkan
bisa mengubah nasib seseorang menjadi
lebih baik setelah mulai membalasnya secara serius dengan pertimbangan yang
matang.
![]() |
| Sampul depan novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya |
Singkatnya, itulah yang diceritakan dalam buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya. Melalui buku ini bisa dipetik pembelajaran bahwa memberikan saran kepada orang lain bukanlah hal yang mudah. Untuk bisa memberikan saran terbaik, terlebih dahulu perlu menjadi ‘pendengar yang baik’. Ya memang betul, dalam novel ini konteksnya berupa surat yang merupakan tulisan. Akan tetapi, menjadi pendengar yang baik juga bisa diartikan dengan berusaha memahami posisi orang lain dan meresponnya dengan turut mempertimbangkan perasaannya. Kita tidak tahu perkataan mana yang berdampak baik kepada orang lain. Begitupun sebaliknya, kita tidak tahu perkataan mana yang ternyata menyakiti hati orang lain. Terkadang, berbuat baik tidak hanya dengan memberikan sesuatu yang bersifat materil.
Tak hanya dari sisi pemberi saran, cerita dalam novel ini juga memberikan pelajaran dari sisi orang yang meminta saran. Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita mendapatkan respon kurang nyaman dari orang yang kita mintai saran melalui kata-kata yang dilontarkan. Namun, perkataan pahit tersebut bisa saja menjadi jawaban yang tepat jika kita mau memandang sisi baiknya. Barangkali respon seperti itu adalah respon jujur dari seseorang yang berusaha melihat permasalahan kita secara lebih logis dan realistis. Sebab pada kenyataannya, sebagai seseorang yang sedang diliputi masalah kita seringkali tidak bisa berpikir jernih dan cenderung mengutamakan emosi dibandingkan logika.
![]() |
| Kutipan dalam novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya |
Untuk tahu lebih lanjut surat-surat seperti apa yang bisa menyelamatkan orang lain di novel ini, silakan baca langsung novelnya, ya. Buku ini merupakan karangan penulis asal jepang, Keigo Higashino , yang sudah mendapatkan predikat International Best Seller, lho.
Sebuah review buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya ---- Siapa sangka bahwa menulis surat ternyata bisa menyelamatkan hidup seseorang? B...
[Review Buku] Hilang: Sebuah
Kekalahan Tanpa Pemenang karya Nawang Nidlo Titisari --- Merupakan sebuah buku yang berisikan kumpulan
sajak-sajak panjang. Awalnya aku mengira buku ini adalah novel yang
menceritakan peristiwa kehilangan, ternyata di dalamnya berisikan
tulisan-tulisan curahan hati yang dikemas dengan kata-kata yang indah, bijak
dan berirama. Dengan tema yang masih sesuai dengan bayangan awal, yaitu
kehilangan.
Meskipun bukan sebuah novel, tapi buku ini tetap
menuturkan proses kehilangan secara runtut. Melalui sajak-sajaknya, Nawang
menuliskan curahan hati seorang perempuan yang tersiksa sebab ditinggal pergi
kekasihnya secara tiba-tiba tanpa penjelasan, hingga pada akhirnya sampai pada
tahap mulai merelakan.
Pada bagian kata pengantar, Ia menyatakan buku ini
sebagai pengiring air mata dan teman berbagi bagi orang-orang yang sedang
kehilangan. Ia mengajak pembaca untuk kembali memutar kenangan lama, hingga
menemukan cara untuk melupakannya. Kutipan pengantar yang mengena dari buku ini
antara lain,
“Mengeringkan air mata dan menahannnya untuk tak jatuh lagi setiap kali kau mengingatnya, memang tak semudah mencari hal yang jenaka lalu berpura-pura tertawa. Tapi dari situlah kita akhirnya belajar menerima. Bahwa ada cerita yang berjalan dan terhenti tanpa perlu persetujuanmu. Ada kebahagiaan-kebahagiaan yang punya batas waktu.”
Dan benar seperti yang dikatakan oleh Nawang, buku
ini memang cocok sekali untuk menemani orang-orang yang sedang mengalami
peristiwa kehilangan. Kata-kata yang dituliskan melalui sajak-sajaknya sangat
mampu mewakili suara kehilangan banyak orang. Bagiku, setiap kata yang Ia
tuliskan begitu jujur, lugas dan tidak membosankan.
Di bagian awal halaman, buku ini menuturkan sajak yang
menggambarkan perasaan pasrah pada kekasihnya yang mulai berubah. Lalu,
sajak-sajak tersebut perlahan menggambarkan kesedihan dan kekecewaan yang
dirasakan saat tahu bahwa Ia benar-benar ditinggalkan. Nawang menggambarkan
perasaan-perasaan tersebut dengan cara yang beragam. Kadang melalui perumpamaan,
pernyataan yang lugas, kadang juga diselipkan potongan kenangan. Namun, untuk
orang-orang yang tidak sedang mengalami patah hati ataupun kesedihan mungkin akan
menganggap bahwa bagian-bagian awal buku akan terasa sedikit membosankan karena
begitu banyak curahan hati kegalauan dan terlalu mengagung-agungkan kekasih
yang meninggalkan. Tapi, kata-katanya akan sangat mengena untuk orang-orang
yang juga mengalami hal yang sama. Rasa sedih, patah dan tersiksa Ia gambarkan
dengan sajak-sajaknya yang begitu mewakilkan.
Bagian tengah ke belakang, sajak yang dituliskan
Nawang cenderung menggambarkan proses refleksi, lalu mulai pada tahap menerima
peristiwa kehilangan yang dialami. Menurutku, bagian-bagian ini adalah yang paling
menarik dari buku ini. Tulisan-tulisan di bagian ini mulai fokus pada arti
kehilangan dan pembelajaran yang bisa diambil. Selain menggambarkan perasaan
pasca kehilangan, sajak-sajaknya juga berisikan kata-kata bijak yang
menguatkan.
Selain sajak-sajak panjang, di buku
ini juga terdapat sajak-sajak pendek di sela antar sub-judulnya. Nah, bagian
ini adalah yang paling cocok untuk dijadikan kutipan-kutipan caption ala anak
jaman now, xixixi. Entah ditulis ulang, ataupun dicapture langsung dari lembar bukunya karena memang didesain
berbeda.
Overall, aku pribadi menyukai buku ini. Selain cocok dijadikan teman untuk menyuarakan kesedihan, tapi juga cocok untuk menjadi teman yang menguatkan meski hanya sebatas tulisan.
[Review Buku] Hilang: Sebuah Kekalahan Tanpa Pemenang karya Nawang Nidlo Titisari --- Merupakan sebuah buku yang berisikan kumpulan sajak...

Memori setiap momen, isi pikiran dan pembelajaran dari perjalanan yang dilalui selama menapaki kehidupan.