About

Memori setiap momen, isi pikiran dan pembelajaran dari perjalanan yang dilalui selama menapaki kehidupan.
Sejak kecil, aku tak pernah tahu mengenai jalan hidup yang kuinginkan. Seringkali merasa heran dengan orang-orang yang tahu apa yang ingin mereka lakukan di masa depan di saat aku sendiri tak tahu banyak tentang dunia, bahkan tentang kehidupanku sendiri. Yang ku lakukan saat itu hanyalah mengikuti apa yang orang-orang di sekitarku lakukan. Dulu, aku tak pernah memikirkan tentang rencana dan tujuan hidup. Jawaban yang terucap dari setiap pertanyaan mengenai rencana hidup ke depan hanyalah kata-kata spontan hasil tiruan dari lingkungan sekitar.
Seiring berjalannya waktu, dunia yang kujejaki karena ketidaktahuan itu membawaku pada perenungan tentang hidup. Aku mulai mempertanyakan tujuan dan rencana hidupku, dimana hal itu menumbuhkan keinginan-keinginan tentang banyak hal. Aku mulai tahu rasanya memiliki keinginan. Aku mulai tahu rasanya memiliki kehidupan yang diimpikan. Aku pun mulai mengukur-ngukur hal yang menurutku baik dan tidak baik untuk kehidupanku. Mendebarkan. Ada rasa yang menggebu-gebu saat memikirkan berbagai macam keinginan dan rencana kehidupan di masa depan. Aku pun merasakan kelegaan karena akhirnya aku tahu apa yang ingin aku lakukan ke depannya. Hidupku akan lebih bermakna, pikirku.
Namun, perjalanan hidup yang direncanakan
tak semulus yang kupikirkan. Nyatanya, aku ada di lingkungan yang meyakini
bahwa hidup ini tak bisa direncanakan sendirian. Ada orang di luar diriku yang
ingin turut andil dalam menentukan jalan hiduku ke depan. Terlebih lagi jika
apa yang direncanakan bertolak belakang dengan apa yang mereka pikirkan, aku
tak bisa berkutik. Keinginanku bisa nyaris tinggal angan-angan.
Di saat seperti itu, aku sadar bahwa
bersandar pada kemauan yang kuat tidak lah cukup untuk menjalani hidup sesuai
keinginan. Sebagaimana hitam yang selalu bersanding dengan putih, perlu ada
ruang ikhlas yang harus disisihkan di samping keinginan-keinginan yang besar
dan menggebu. Meski pada kenyataannya, tak jarang pertanyaan-pertanyaan timbul
dalam diri tentang jalan yang harus dipilih. Benarkah mimpi-mimpi yang belum
sempat terkejar harus dengan begitu mudahnya dilenyapkan? Atau.. perlukah
mencoba mengejarnya terlebih dahulu sampai Tuhan benar-benar menunjukkan
ketidakmungkinan jalan tersebut langsung di depan mataku?
Sampai saat ini, aku tidak bisa
benar-benar menentukan keputusan yang mutlak. Meskipun saat ini aku sedang
berada di jalan yang bukan menjadi pilihanku sepenuhnya, aku masih menganggap
bahwa kesempatan tetap akan terus terbuka lebar untuk orang-orang yang ingin
mencoba. Memang benar, separuh dari diriku telah memasrahkan pada semesta untuk
bekerja sebagaimana mestinya, tapi mimpi-mimpi itu masih ku genggam erat dalam
separuh diriku yang lain sampai tiba masa yang tepat untuk memperjuangkannya. Di
tengah perjalanan yang panjang ini, masih terlalu dini untuk mengambil
kesimpulan bahwa mimpi tak selalu bisa tergapai. Selama langkah terus diiringi
dengan keyakinan dan tawakal, Tuhan pasti akan menunjukkan jalan menuju takdir
terbaik melebihi mimpi-mimpi yang digaungkan.
Sejak kecil, aku tak pernah tahu mengenai jalan hidup yang kuinginkan. Seringkali merasa heran dengan orang-orang yang ...
Menjalin sebuah hubungan asmara tidak sesederhana mencintai. Mencintai adalah pekerjaan personal, sedangkan menjalin hubungan asmara adalah bentuk kerja tim. Sebagaimana yang bisa dibayangkan, pekerjaan personal bisa lebih bebas untuk dilakukan sesuai kehendak pribadi, sedangkan pekerjaan yang melibatkan orang lain tidak bisa dikerjakan dengan menuruti kemauan pribadi secara penuh. Ada pertimbangan dan kesepakatan di dalamnya untuk membentuk sebuah hubungan yang baik.
Konsep tersebut juga berlaku dalam hubungan asmara. Ada banyak hal di dalamnya yang perlu dipertimbangkan untuk menjalin sebuah hubungan. Tak hanya soal rasa cinta, pertimbangan lainnya seperti kesamaan visi misi, sikap dan latar belakang pasangan pun bisa saja jadi pertimbangan. Untuk mempertimbangkannya, kita perlu mengetahui sejauh mana toleransi yang dapat kita berikan terhadap setiap aspek tersebut. Pun kita perlu mengetahui dengan betul, hubungan seperti apa yang kita inginkan agar bisa menentukan dengan siapa kita siap menjalin hubungan. Meski tak dapat dipungkiri juga, bahwa setiap aspek yang kita perhitungkan bisa saja tidak berlaku jika sudah terkalahkan oleh rasa cinta yang begitu besar.
Cinta bisa melahirkan toleransi. Bahkan hal besar yang tidak kita inginkan dalam hubungan bisa kita toleransi di saat kita telah melebur dengan perasaan bernama cinta. Meskipun begitu, tetap saja kita tidak bisa menjalin hubungan seperti yang kita inginkan hanya karena kita memiliki cinta dan kemauan yang besar. Selain mempertimbangkan toleransi pribadi, ada toleransi orang lain yang juga perlu dipertimbangkan. Sebuah hubungan bisa terjalin jika keduanya sama-sama sepakat, sama-sama ingin menjalani dan menerima resiko hubungan tersebut.
M enjalin sebuah hubungan asmara tidak sesederhana mencintai. Mencintai adalah pekerjaan personal, sedangkan menjalin hubungan asmara ada...
Membangun 3 kebiasaan untuk tujuan jangka panjang ----- Mengapa kebiasaan perlu dibangun? Kebiasaan adalah faktor penting yang dapat
mempengaruhi nasib kita di masa depan. Tujuan dapat kita capai jika kita memulainya dengan merubah kebiasaan. Dengan merubah kebiasaan, kita bisa
merubah hidup. Sebagaimana kata pepatah,
“Taburlah gagasan, tuailah perbuatan; taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan; taburlah kebiasaan, tuailah karakter; taburlah karakter, tuailah nasib.” – The 7 Habits of Highly Effective People by Stephen R. Covey
Ada
kebiasaan yang secara tidak sadar telah kita bangun, ada pula kebiasaan yang
perlu kita bangun secara sadar. Biasanya, kebiasaan yang secara sadar kita
bangun adalah kebiasaan yang kita anggap baik dan biasanya ada tujuan yang
ingin dicapai selanjutnya melalui kebiasaan tersebut. Nah, kali ini saya ingin
membagikan kebiasaan yang berusaha saya bangun akhir-akhir ini. Bagi saya,
kebiasaan-kebiasaan ini adalah baik untuk dibangun dan sesuai dengan apa yang
ingin saya capai di kemudian hari. Yuk, simak!
Hal yang membuat saya tersadar bahwa mengelola keuangan penting untuk dilakukan yaitu setelah saya seringkali merasa tidak sadar kemana perginya uang-uang yang saya punya dan kenapa habis secepat itu? (LOL) tentunya bukan maksud untuk mengatakan bahwa uang saya hilang tiba-tiba dicuri orang, tapi lebih tepatnya saya bertanya-tanya kemana alur pengeluaran uang ini pergi. Faktor lainnya adalah karena saya memiliki tujuan yang ingin dicapai dari segi keuangan, dimana untuk mencapai tujuan tersebut saya perlu menyisihkan uang sedikit demi sedikit dari jauh-jauh hari. Untuk mengetahui berapa banyak uang yang perlu dan mampu saya sisihkan, saya perlu tahu berapa banyak kebutuhan saya terlebih dahulu, sehingga dari situlah saya mulai membagi pos keuangan dan mencatat pengeluaran agar bisa mengontrol alur keluar masuk keuangan.
Dalam membagi pos keuangan, saya membagi uang yang saya miliki menjadi 4 kategori, yaitu kebutuhan, hiburan, sosial dan simpanan. Setiap kategori memiliki persentase tersendiri mana yang lebih banyak dan lebih sedikit, disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Kategori kebutuhan artinya uang yang saya sisihkan dalam kategori ini dikhususkan untuk pengeluaran kebutuhan setiap bulan. Kategori hiburan adalah uang yang saya sisihkan untuk pengeluaran yang saya inginkan (misalnya jajanan, baju dll). Kategori sosial adalah uang yang saya sisihkan untuk berbagi. Lalu, kategori simpanan adalah uang yang saya sisihkan untuk ditabung. Biasanya, saya mencatat pembagian keuangan per kategori ini di notes handphone untuk alasan efisiensi.
Sedangkan dalam pencatatan pengeluaran, saya mencatatnya menggunakan bantuan aplikasi Catatan Keuangan. Pada aplikasi tersebut saya mencatat setiap pengeluaran sekecil apapun dan digolongkan berdasarkan kategori keuangan yang telah saya buat. Dengan membagi dan mencatat pengeluaran per kategori, saya jadi lebih mudah mengetahui berapa banyak sisa uang dari masing-masing kategori. Tentu hal ini menjadi alarm yang dapat mengingatkan berapa uang yang tersisa untuk saya bersenang-senang dengan uang yang saya miliki serta berapa uang yang tersisa untuk membeli kebutuhan di bulan ini, dsb.
Mungkin jika dibayangkan terlihat sedikit rumit, tapi sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Saya bisa menjelaskan step by step dalam membagi pos keuangan serta tutorial mencatat pengeluaran di aplikasi ini lebih detail. Jika kalian mau, bisa request di kolom komentar yaah!
2. Rutin berolahraga.
Kebiasaan berolahraga mulai saya bangun setelah saya menyadari manfaat-manfaat dan pentingnya berolahraga, utamanya untuk kesehatan. Selain itu, juga berawal dari mengetahui adanya jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah, yang biasa disebut dengan Work out. Dimulai dari coba-coba, hingga akhirnya benar-benar merasakan efek kebermanfaatan dari work out terhadap kualitas tidur membuat saya semakin ingin untuk rutin berolahraga. Oleh karena saya memiliki suatu tujuan dimana cara untuk mencapainya adalah dengan berolahraga, maka saya mulai meruntinkan diri untuk work out setiap hari walaupun dalam waktu yang tidak lama. Waktu yang saya gunakan untuk work out hanyalah 6 menit dan 3 menit pemanasan sebelum memulai. Prinsip awal yang saya bangun adalah membuatnya menjadi rutinitas dengan melakukannya sedikit demi sedikit. Saya menonton kanal Youtube SKWAD Fitness sebagai panduan dalam melakukan work out.
3. Mengurangi makanan berminyak.
Berawal dari menyadari bahwa saya termasuk kategori
orang yang skinny fat alias kurus
tapi penuh lemak (buncit wkwk), saya mulai mencari tahu penyebab dan apa yang
harus dilakukan. Ternyata, konsumsi makanan berminyak adalah satu satu penyebab
terbesarnya. Oleh karena itu, saya mulai mencoba mengurangi konsumsi makanan
berminyak dalam sehari-hari dan mengimbanginya dengan olahraga. Untuk mendukung
challenge ini, saya mengikuti resep
memasak makanan yang tidak banyak mengandung minyak dari kanal Youtube Elaine
Hanafi. Memang tidak 100% tanpa minyak, tapi setidaknya mengurangi.
Membangun kebiasaan tentu tidak
mudah. Sangat wajar jika di waktu tertentu kita tidak memiliki semangat untuk
melakukan kegiatan yang ingin kita biasakan tersebut. Saya pun sering
mengalaminya. Akan tetapi, yang terpenting adalah kemauan untuk terus mencobanya kembali
walaupun sesekali semangat itu surut.
Gimana?
Tertarik untuk ikut mencobanya juga?
Jika kalian punya kebiasaan baik yang sedang atau ingin dibangun, yuk coba share ceritanya di kolom komentar :)
Membangun 3 kebiasaan untuk tujuan jangka panjang ----- Mengapa kebiasaan perlu dibangun? Kebiasaan adalah faktor penting yang dapat mempen...
[Review Buku] Hilang: Sebuah
Kekalahan Tanpa Pemenang karya Nawang Nidlo Titisari --- Merupakan sebuah buku yang berisikan kumpulan
sajak-sajak panjang. Awalnya aku mengira buku ini adalah novel yang
menceritakan peristiwa kehilangan, ternyata di dalamnya berisikan
tulisan-tulisan curahan hati yang dikemas dengan kata-kata yang indah, bijak
dan berirama. Dengan tema yang masih sesuai dengan bayangan awal, yaitu
kehilangan.
Meskipun bukan sebuah novel, tapi buku ini tetap
menuturkan proses kehilangan secara runtut. Melalui sajak-sajaknya, Nawang
menuliskan curahan hati seorang perempuan yang tersiksa sebab ditinggal pergi
kekasihnya secara tiba-tiba tanpa penjelasan, hingga pada akhirnya sampai pada
tahap mulai merelakan.
Pada bagian kata pengantar, Ia menyatakan buku ini
sebagai pengiring air mata dan teman berbagi bagi orang-orang yang sedang
kehilangan. Ia mengajak pembaca untuk kembali memutar kenangan lama, hingga
menemukan cara untuk melupakannya. Kutipan pengantar yang mengena dari buku ini
antara lain,
“Mengeringkan air mata dan menahannnya untuk tak jatuh lagi setiap kali kau mengingatnya, memang tak semudah mencari hal yang jenaka lalu berpura-pura tertawa. Tapi dari situlah kita akhirnya belajar menerima. Bahwa ada cerita yang berjalan dan terhenti tanpa perlu persetujuanmu. Ada kebahagiaan-kebahagiaan yang punya batas waktu.”
Dan benar seperti yang dikatakan oleh Nawang, buku
ini memang cocok sekali untuk menemani orang-orang yang sedang mengalami
peristiwa kehilangan. Kata-kata yang dituliskan melalui sajak-sajaknya sangat
mampu mewakili suara kehilangan banyak orang. Bagiku, setiap kata yang Ia
tuliskan begitu jujur, lugas dan tidak membosankan.
Di bagian awal halaman, buku ini menuturkan sajak yang
menggambarkan perasaan pasrah pada kekasihnya yang mulai berubah. Lalu,
sajak-sajak tersebut perlahan menggambarkan kesedihan dan kekecewaan yang
dirasakan saat tahu bahwa Ia benar-benar ditinggalkan. Nawang menggambarkan
perasaan-perasaan tersebut dengan cara yang beragam. Kadang melalui perumpamaan,
pernyataan yang lugas, kadang juga diselipkan potongan kenangan. Namun, untuk
orang-orang yang tidak sedang mengalami patah hati ataupun kesedihan mungkin akan
menganggap bahwa bagian-bagian awal buku akan terasa sedikit membosankan karena
begitu banyak curahan hati kegalauan dan terlalu mengagung-agungkan kekasih
yang meninggalkan. Tapi, kata-katanya akan sangat mengena untuk orang-orang
yang juga mengalami hal yang sama. Rasa sedih, patah dan tersiksa Ia gambarkan
dengan sajak-sajaknya yang begitu mewakilkan.
Bagian tengah ke belakang, sajak yang dituliskan
Nawang cenderung menggambarkan proses refleksi, lalu mulai pada tahap menerima
peristiwa kehilangan yang dialami. Menurutku, bagian-bagian ini adalah yang paling
menarik dari buku ini. Tulisan-tulisan di bagian ini mulai fokus pada arti
kehilangan dan pembelajaran yang bisa diambil. Selain menggambarkan perasaan
pasca kehilangan, sajak-sajaknya juga berisikan kata-kata bijak yang
menguatkan.
Selain sajak-sajak panjang, di buku
ini juga terdapat sajak-sajak pendek di sela antar sub-judulnya. Nah, bagian
ini adalah yang paling cocok untuk dijadikan kutipan-kutipan caption ala anak
jaman now, xixixi. Entah ditulis ulang, ataupun dicapture langsung dari lembar bukunya karena memang didesain
berbeda.
Overall, aku pribadi menyukai buku ini. Selain cocok dijadikan teman untuk menyuarakan kesedihan, tapi juga cocok untuk menjadi teman yang menguatkan meski hanya sebatas tulisan.
[Review Buku] Hilang: Sebuah Kekalahan Tanpa Pemenang karya Nawang Nidlo Titisari --- Merupakan sebuah buku yang berisikan kumpulan sajak...
Akhirnya kembali lagi setelah hampir 2 tahun blog ini tenggelam. Kembali dengan judul baru, yaitu mendengar obrolan. Judul ini hadir buka...
16 Agustus untuk yang ke-19 kalinya. Tapi, kali ini ada yang beda dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Kali ini lebih banyak merenung. ...
Hello! Aku blogger pendatang baru nih. Sebut saja namaku Ira atau Ijung karena emang nama lengkapku rada ribet untuk dilafalkan, ea. Cuma...

Memori setiap momen, isi pikiran dan pembelajaran dari perjalanan yang dilalui selama menapaki kehidupan.